Bab 18
Pandu sedikit mengangkat pandangannya.
Untuk sesaat, dia hampir benar-benar percaya bahwa Anita-lah yang berdiri di depannya.
"Anita! Kamu kembali! Akhirnya kamu kembali! Aku sudah mencarimu begitu lama, bahkan sudah kujelajahi penjuru Kota Damasra, tapi aku nggak bisa menemukanmu ...."
Pandu langsung menarik gadis itu ke dalam pelukannya, air matanya menetes ke atas pakaian si gadis dan membuat gadis itu gemetar.
Namun, sesaat kemudian, Pandu langsung tersadar dan menyadari ada sesuatu yang salah.
Aura yang dipancarkan gadis ini benar-benar berbeda dengan aura Anita.
Gadis ini bukan Anita miliknya!
Pandu sontak mendorong gadis itu menjauh dan menekannya dengan kuat ke atas meja. Tangan besarnya mencengkeram leher gadis itu erat-erat hingga pipi gadis itu memerah. Bola mata gadis itu berputar ke belakang dan nyawanya berada di ambang kematian.
Gadis itu meronta tanpa henti, berusaha menepis lengan kekar Pandu.
"Pandu! Hentikan! Dia bisa mati!"
Akhirnya, beberapa orang teman Pandu seger

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda