Bab 13
Pergelangan tangan terasa sakit, Diana mengernyit, berusaha melepaskan diri, tetapi tidak bisa.
"Secara hukum nggak perlu persetujuanmu." Diana menatap mata Yanto yang merah karena marah dan panik, suaranya dingin seperti es saat berkata, "Kalau salah satu pihak bersikeras, pengadilan bisa memutuskan cerai paksa. Pak Yanto, tolong jaga sikapmu."
"Jaga sikap?" Yanto seperti mendengar lelucon besar. Dia menarik Diana mendekat, jarak begitu dekat hingga bisa merasakan napas masing-masing. "Kamu istriku! Kenapa aku harus jaga sikap?! Diana, aku katakan padamu, selama aku nggak setuju, kamu selamanya tetap istriku! Kertas itu nggak ada gunanya."
"Yanto! Lepaskan dia!" Dosen perempuan di samping melihat keadaan memburuk, buru-buru maju ingin menarik Yanto.
Yanto tidak menghiraukan peduli, tetap mencengkeram Diana erat, menatapnya tajam seakan ingin melahapnya hidup-hidup.
"Kamu sebenarnya mau apa?" Suaranya serak, penuh obsesi hampir putus asa. "Katakan! Apa pun yang kamu mau, aku turuti! Pu

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda