Bab 15
Setelah menyelesaikan urusan Inara, Jensen mengambil cuti panjang.
Karena tak mampu menerima kenyataan akan kepergian Nindya, Jensen memilih menenggelamkan dirinya dalam alkohol.
"Seandainya aku tahu lebih awal kalau dia mengidap kanker."
"Seandainya aku nggak tergoda oleh Inara."
"Seandainya ... "
Dia duduk di ruang VIP bar, menenggak minuman keras dengan penuh penyesalan.
Jensen bahkan sudah tidak tahu berapa hari dirinya tidak tidur.
Rumah sudah tak lagi menyisakan jejak Nindya, membuatnya tak sanggup berlama-lama di sana.
Rumah lama yang nyaris kembali seperti semula pun sudah bukan lagi seperti dulu.
Dia ingin membius dirinya dengan alkohol, berharap rasa rindu itu bisa sedikit teredam.
Namun, meski botol demi botol telah ditenggaknya, dia tidak juga mabuk, malah makin sadar.
Dengan kesadaran penuh, dia tahu bahwa kini Nindya tak ada lagi di sisinya.
Jensen tersenyum pahit sambil menenggak satu botol lagi, lalu bangkit hendak memanggil pelayan bar.
Namun baru saja keluar, dia mena

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda