Webfic
Buka aplikasi Webfix untuk membaca lebih banyak konten yang luar biasa

Bab 17

Beberapa waktu ini, Jensen terus berusaha menghubunginya. Dia tahu Jensen ingin bertemu Nindya, tetapi semuanya dia tolak. Namun Yanne sama sekali tak menyangka, pada akhirnya Jensen justru memanfaatkan jalur kepolisian untuk menghubunginya. Persahabatan bertahun-tahun membuatnya tak sanggup benar-benar bersikap kejam. Terlebih dia juga takut Jensen benar-benar bertindak nekat. Melihat situasinya tidak terlalu serius, Yanne berbalik hendak pergi. Namun terdengar suara "gedebuk", Jensen berlutut. Dia menundukkan kepala, kedua bahunya terus bergetar. "Yanne, aku mohon ... aku mohon ... bawalah aku menemuinya ... " Yanne belum pernah melihatnya serendah ini. Hati yang semula mengeras akhirnya melunak. Pada hari mereka pergi menemui Nindya, Jensen sengaja mengenakan setelan jas. Jas itu hadiah kelulusan yang diberikan Nindya kepadanya setelah mereka lulus kuliah. Jensen juga membeli seikat besar bunga aster, lalu pergi ke salon untuk merapikan rambutnya. Sepanjang perjalanan, mereka berdua

Klik untuk menyalin tautan

Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik

Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda

© Webfic, hak cipta dilindungi Undang-undang

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.