Bab 10 Aku Kira Aku Tak Akan Menyesal
Bu Lanny berbicara dengan tenang. Meskipun dia telah pensiun selama dua tahun dan mengenakan pakaian rumah yang agak lusuh, wibawa yang terpancar darinya saat itu sepenuhnya menekan Aldo.
Lea menggigit bibir dan menunduk. Aldo menundukkan pandangan menutupi emosinya, lalu melanjutkan, "Semua ini kesalahanku terhadap Tania. Tante ingin memukul atau menegur, silakan langsung tujukan padaku."
"Orang yang kamu sakiti itu anakku, bukan aku. Untuk apa aku memukul atau memarahimu? Lagi pula, dulu yang bersikeras ingin bersama kamu juga bukan aku."
Bu Lanny tertawa dingin. Tania melihat tangan Aldo yang terletak di pangkuannya mengepal.
Dia memang bukan tipe orang yang sabar.
Untuk mencegah konflik makin memuncak, Tania melangkah ke sisi Bu Lanny. "Bu, biarkan aku bicara dengan mereka."
"Bicara tentang apa? Tentang bagaimana kamu akan berdandan cantik menghadiri pernikahan mantan suamimu dengan simpanannya? Atau tentang berapa banyak uang hadiah yang akan kamu kasih untuk anak yang lahir dari

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda