Bab 20 Aku Mencintaimu Begitu Dalam, Tapi Kamu Tak Pernah Serius
Dengan suara serak, Aldo mengucapkan kalimat itu, kemudian menutup pintu mobil dengan keras. Tania sampai bergetar kaget. Setelah melihat Aldo berjalan beberapa langkah menjauh, akhirnya dia memberanikan diri untuk bangkit.
Sesaat setelah berhasil membuka pakaian yang menahan tangannya dan hendak melepaskan sabuk pengaman, pintu mobil terbuka dan Jeje disodorkan ke pelukannya dengan kasar.
Jeje terus menangis, wajah kecilnya penuh bekas air mata dan kulitnya memerah. Tania merasa sangat kasihan, sambil menepuk punggungnya dan menenangkannya dengan suara lembut.
Tak bisa dipungkiri, ikatan darah memang luar biasa. Hanya sebentar, Jeje mulai berhenti menangis dan menguap.
Aldo menyalakan pemanas mobil lebih tinggi. Tania mengatupkan bibirnya, tak bersuara. Suasana di dalam mobil menjadi kaku.
"Dia dipanggil apa?"
Setelah beberapa saat, Aldo bertanya dengan nada biasa, meski suaranya masih serak.
"Jeje."
Tania menjawab jujur, tanpa berkata lebih banyak. Aldo mengernyit, tampaknya tidak be

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda