Bab 454
Pikirannya sangat kacau, langkah kakinya juga sangat cepat.
Ucapan Hanisha kembali terngiang di dalam benaknya.
Sampai pergelangan tangannya diraih oleh seseorang.
Zavier menarik Thalia ke samping dengan paksa, lalu berkata sambil mengerutkan keningnya, "Aku sudah panggil kamu beberapa kali."
Thalia menepis tangannya, lalu menatapnya dengan rongga mata yang sedikit memerah. "Zavier, apakah kamu kira aku mudah ditipu?"
Ekspresi Zavier membeku sejenak. "Aku nggak menipumu."
"Kalau begitu kenapa kamu nggak mau operasi Bu Erika? Kenapa kamu minta dokter lain untuk merawatnya?"
Thalia bukannya benar-benar ingin meminta Zavier merawat Erika. Jika sejak awal Zavier menolak, dia pasti akan langsung menghubungi dokter lain.
Dia hanya tidak bisa menerima kenapa Zavier tidak ingin bertanggung jawab setelah menyetujui hal ini.
Zavier bukannya tidak tahu seberapa bahayanya kondisi Erika.
Hanya saja pria itu malah menganggap hal ini sebagai sebuah lelucon.
Thalia menatapnya untuk menunggu penjelasan

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda