Bab 17
Reza tidak tahu bagaimana dirinya diusir keluar oleh satpam.
Seolah tidak ada rasa malu, tidak ada kemarahan, yang ada hanyalah ketidakpercayaan yang mendalam.
Nara tidak pernah mengucapkan kata perpisahan seperti itu padanya.
Di hadapannya, Nara selalu lembut dan penuh pengertian.
Namun karena kebodohannya, dia telah kehilangan Nara.
Tapi Reza tidak rela begitu saja menyerah.
Nara adalah orang yang ingin dia jalani sisa hidupnya bersamanya.
Dia akan melakukan apa pun untuknya, selama Nara mau memaafkannya.
Reza pun menunggu sangat lama, sampai senja turun, hingga akhirnya Nara keluar dari aula konferensi.
Di sekelilingnya, beberapa teman sekelas tersenyum cerah sambil memuji Nara dalam bahasa Inggris, kagum karena dana yang berhasil dia kumpulkan jauh melampaui perkiraan mereka
Nara hanya tersenyum merendah sambil menggelengkan kepala. "Ini semua berkat kerja sama semua orang."
Di kejauhan, Reza berdiri di bawah bayangan pohon, bibirnya tersenyum tipis.
Inilah Nara yang selalu dia kag

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda