Bab 20
Malam segera datang.
Nara memasuki ruang privat dan seketika terkejut melihat beberapa brankas terbuka di atas meja.
Tumpukan uang di dalamnya begitu banyak, kira-kira sekitar 20 miliar.
Tapi itu sama sekali tidak membuat Nara senang. Malah, dia merasa situasinya aneh dan berhenti di tempat, hendak mundur.
Tapi sudah terlambat.
Pintu ruang itu tertutup dari luar dan terkunci.
Mata Nara melebar. Dia cepat-cepat meraih gagang pintu, tapi tak peduli bagaimana dia menekannya, pintu tetap tak terbuka.
"Nara ... "
Suara Reza terdengar di belakang, familier dan khas. Amarah Nara langsung membara. Dia sudah muak dengan sikap Reza yang terus mengekangnya. "Reza, apa yang sebenarnya kamu inginkan?"
"Kamu masih juga nggak mengerti? Penyesalan dan cinta yang datang terlambat itu nggak ada artinya. Aku sudah memulai kehidupan yang baru."
Reza menatapnya dengan mata gelap penuh intensitas, seolah dialah pihak yang selama ini dirugikan. "Nara, kamu lupa? Hari ini ulang tahunku. Kita sudah janji, ngga

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda