Bab 24
Sejak saat itu, Wenny menepati janjinya dan tidak lagi mengganggu Stefano. Dia memilih menunggu dalam diam.
Demikianlah satu bulan lagi berlalu.
Stefano perlahan terbiasa dengan kehidupan Wenny di seberang. Setiap kali Wenny mengantar putranya, mereka saling menyapa sambil tersenyum, layaknya tetangga biasa.
Tidak ada hal lainnya.
Stefano berkarya sambil mengurus dua anak. Sebenarnya, Winda dan Zian cukup rukun.
Zian sudah paham untuk mengalah, tidak lagi sewenang-wenang seperti sebelumnya, bahkan mulai pandai memperhatikan orang lain.
Setiap kali datang ke halaman itu, dia selalu berhati-hati dan bersikap begitu dewasa hingga membuat orang terkejut.
Namun, Stefano tetap tidak mampu mencintainya seperti dia mencintai Winda.
Zian tahu alasannya, karena itu dia tidak pernah menuntut lebih. Dia hanya berharap ayahnya tidak mengusirnya.
Nadya telah menghilang lebih dari setengah tahun tanpa satu pun kabar.
Kadang-kadang sosok wanita itu terlintas di benak Stefano. Semula dia mengira seirin

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda