Bab 43
Agatha tidak bisa menyangkal kalau dia ketakutan.
Matanya melebar. "Kamu berani?"
"Kenapa nggak berani?" Senyum Cassandra semakin jahat, "Aku berani main, tapi kamu punya nyawa untuk bertaruh?"
"..."
Tubuh Agatha gemetar hebat, seolah baru pertama kali mengenal Cassandra. Matanya penuh ketidakpercayaan.
Apakah ini masih Cassandra yang dulu bisa dia permainkan sesuka hati?
Dulu, Cassandra hanya sebuah pajangan.
Dia hanya punya wajah cantik dengan sifat manja, selain latar belakang keluarga yang bagus, dia bodoh dari dalam sampai luar! Dibohongi sedikit saja dia percaya, dipertunjukan sandiwara sedikit langsung dianggap nyata!
Namun sekarang?
Penuh aura membunuh, seperti iblis turun ke dunia!
Agatha yakin, jika Cassandra sedikit lebih gila, dia sekarang mungkin sudah dicekik sampai mati!
Dia pun mulai panik.
Matanya terus melirik ke arah pintu ruang perawatan.
Cassandra bertanya santai, "Kenapa? Mau menunggu Kak Faldano-mu datang, mau mulai pertunjukanmu?"
"..."
Tepat sasaran.
Wajah Agat

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda