Bab 48
Awalnya mereka tidak berharap banyak, hanya ingin hasilnya tidak terlalu menyakitkan mata.
Jadi ketika Oscar memutar hasil edit iklan untuknya. ekspresi Liwan tetap datar, sama sekali tidak menaruh harapan.
Hingga alunan musik yang merdu terdengar dan sosok luwes seperti burung feniks muncul di layar, setiap gerakan dan tatapan membuatnya tercengang.
Liwan tertegun. Matanya menatap lurus, mulut terbuka tapi tidak bisa berkata apa-apa.
Hanya satu kalimat yang terus berulang-ulang di benaknya.
Bagaikan bidadari dari langit kesembilan yang turun ke kolam, laksana dewi bulan yang meninggalkan istana.
Cantik!
Kecantikan yang luar biasa ini menyejukkan hati, ditambah tubuh langsing dan aura anggun, langsung membuat pakaian tradisional yang harganya murah terlihat mahal dan tak ternilai.
Sikap Liwan yang sebelumnya tenang hilang, tatapannya pada Oscar penuh ekspresi kegembiraan. "Aku nggak salah pilih orang, aku sangat puas! Pak Oscar, masalah iklan berikutnya juga aku percayakan padamu! Tena

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda