Bab 56
Untung sekarang bukan malam hari. Meski pandangan agak redup tapi masih bisa melihat. Yang paling tidak tertahankan adalah hujan deras, dingin dan lelah, lama-lama bisa sakit.
Setelah berjalan cukup jauh, akhirnya terlihat sebuah bangunan kecil yang lusuh.
"Ayo, kita berteduh di sana."
Bangunan itu terlihat sudah lama ditinggalkan, pintu pun tidak ada, di dalam hanya ada tumpukan kayu dan alat pertanian berkarat.
Begitu masuk, Janice langsung tersedak debu dan bersin-bersin.
Kenneth juga tidak jauh lebih baik. Namun sebagai pria yang beretika, dia menahan diri, membersihkan debu sebisanya, hingga tempat itu akhirnya bisa dipakai berteduh.
Janice basah kuyup. Begitu angin bertiup, tubuhnya langsung menggigil kedinginan.
Kenneth mengeluarkan korek api dari dompet, mengutak-atik kayu bekas itu cukup lama sampai akhirnya berhasil menyalakan api. Lalu membelakangi Janice dan berkata, "Lepaskan bajumu untuk dikeringkan."
"..."
Janice terkejut.
Seorang pria dan wanita berdua saja di satu ruan

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda