Bab 80
Menurut perhitungan Agatha sebelumnya, selanjutnya seharusnya berjalan mulus.
Tidak ada pria yang bisa menolak kata-kata manis dan godaan seorang wanita.
Apalagi pria itu sudah diberi obat.
Saat Agatha merasa yakin sepenuhnya, tiba-tiba Faldano mendorongnya menjauh dan langsung berlari keluar!
Agatha hampir terjatuh, begitu sadar, dia menatap arah Faldano pergi dengan tidak percaya.
Begitu tegas, begitu dingin, tidak ada tanda-tanda berhenti sedikit pun!
Seolah-olah dia adalah binatang buas, seolah melihatnya sedikit saja akan menimbulkan rasa jijik.
Agatha berdiri di tempat, menggigit bibir menahan diri, tapi tetap meneteskan air mata.
Dia sudah merencanakan adegan ini dengan susah payah, melepaskan kesombongan dan akal sehatnya, hanya agar dia bisa mendapatkan Faldano secepat mungkin, agar bisa menjadi istrinya!
Namun hasilnya?
Lelucon!
Lelucon terbesar!
Agatha berjongkok di lantai, penuh ketidakrelaan dan mengenakan kembali pakaian yang berserakan satu per satu sambil menangis.
Saat

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda