Bab 420
Giany menunduk sambil makan dengan garpu. Pikirannya sibuk memikirkan cara mengatasi situasi ini. Jika Kevin ingin mencari masalah dengannya, bagaimana caranya dia bisa lepas dari itu?
Orang seperti Kevin kejam dalam bertindak, begitu dia bersikap serius, tak ada yang bisa melawannya.
Tentu saja dia juga tidak lupa menuangkan teh untuk Walace. "Aku nggak gugup, seluruh perhatian dan pikiranku sedang berfokus untuk meminta maaf pada Tuan Walace."
"Kamu memang selalu pandai berbohong."
Suara teh yang mengalir ke dalam cangkir terdengar "gluk gluk". Giany memperhatikan dia menggunakan kata "selalu", yang berarti di mata Walace, diri Giany sudah kehilangan kepercayaan.
Giany dengan sikap serius meletakkan teko teh, kedua tangan diletakkan di atas lututnya.
"Tuan Walace, hari ini aku benar-benar serius ingin meminta maaf. Insiden di acara malam itu telah sangat merusak reputasimu. Selain permintaan untuk putus dengan pacarku, yang itu nggak bisa kulakukan. Permintaan lainnya silakan kamu aj

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda