Bab 408
Merry menatap mata Yunis yang penuh wibawa, "Jangan-jangan Presiden mau aku membujuknya?"
Yunis mengangguk tanpa ragu, "Betul, aku memang ingin kamu membujuk Shayne."
"Tapi, kenapa aku harus membujuknya? Bagiku, itu nggak ada untungnya sama sekali. Bahkan meski ada pun aku nggak akan melakukan, soalnya nggak ada orang yang mau berbagi pasangannya."
Yunis tersenyum tipis, matanya berkilat.
"Nona Merry, kamu masih terlalu muda, belum memahami pria. Kalau kamu yang bicara dulu dibanding Shayne, dia justru akan semakin merasa bersalah dan sayang sama kamu. Perasaannya padamu nggak akan berkurang."
"Presiden." Merry berkata datar, "Aku orang Negara Zazie, bukan orang Negara Turnic. Di tempat kami, kebanyakan orang sulit terima poligami. Soal yang Presiden tanyakan ... apakah aku setuju atau nggak, aku bisa menjawabnya dengan yakin sekarang, kecuali bercerai, aku nggak akan pernah setuju."
Yunis menatapnya dan terdiam untuk waktu yang lama.
"Kalau Presiden nggak ada urusan lain, aku pamit du

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda