Bab 413
Bahkan wanita yang paling lamban sekalipun, kalau soal prianya sendiri, mereka bisa menjadi sangat jeli. Apalagi Merry bukan tipe wanita yang terlalu lamban.
Tidak disangka, pesona Shayne ternyata sebesar itu.
Satu Yuna saja belum cukup, bahkan pelayannya pun ikut terpikat.
Merry sudah beberapa kali ke tempat Yuna, jadi masih ingat dengan wanita ini.
Shayne tidak bicara, hanya diam-diam melirik Merry.
Merry bisa merasakan tatapan pria itu padanya.
Dia tidak menatap Shayne, melainkan memandang Azura yang ada di depannya.
"Tolong bilang ke Nona Yuna, hari ini dia nggak akan ke sana."
Azura tertegun, lalu menoleh ke Merry, matanya sekilas menampakkan rasa meremehkan.
Dia seolah tidak mendengar kata-kata Merry, matanya tetap menatap Shayne.
"Pak Shayne, cepatlah ke sana. Nona Yuna masih menunggumu."
Ekspresi Shayne menjadi dingin, "Kamu nggak dengar kata-kata istriku?"
"Tapi, Nona Yuna ...." Azura cemas, hendak meraih lengan baju Shayne.
Sebelum dia sempat meraihnya, Merry sudah berdiri di

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda