Bab 415
Ibu Negara menyeka air matanya, "Sejak kecil Yuna nggak pernah merasakan penderitaan seperti ini. Dia biasanya paling takut sakit ...."
Sambil bicara, Ibu Negara berjalan mendekati Shayne.
"Pak Shayne, mengingat Yuna pernah menahan peluru untukmu, tolong ... tolong temani dia dulu untuk sementara waktu!"
Shayne menatap wajah Ibu Negara yang berlinang air mata, tidak berkata apa pun.
"Aku tahu Pak Shayne nggak akan lama tinggal di sini. Jadi ... aku hanya minta sebelum kamu pulang, lebih banyak menemani Yuna, boleh? Pak Shayne, anggap saja ini permintaan seorang ibu padamu."
Sambil berkata begitu, Ibu Negara bahkan hendak berlutut.
Shayne menahan gerakannya.
"Nona Yuna pernah menyelamatkan kami, merawatnya adalah kewajiban. Tapi Ibu Negara pasti tahu, aku nggak bisa tinggal lama di sini."
"Seminggu saja." Ibu Negara menatap matanya. "Yuna pernah menyelamatkanmu dan kamu merawatnya selama seminggu. Jadi, kalian nggak ada utang budi lagi. Kamu juga nggak perlu merasa berutang budi pada Yu

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda