Bab 418
Tak lama kemudian, sebuah pesan muncul di ponsel Merry. Merry membukanya, ternyata itu sebuah foto.
Foto Yuna dan Shayne.
Dalam foto itu, Shayne sedang memegang semangkuk obat, sepertinya sedang menyuapi Yuna minum. Yuna menatap Shayne, sepasang matanya penuh kekaguman yang tidak bisa disembunyikan.
Dilihat dari foto, pria tampan dan wanita cantik itu memang sungguh memanjakan mata. Orang yang tidak tahu akan mengira itu adegan penuh kasih sayang.
Orang yang dicari Yuna untuk mengambil gambar ini lumayan jago.
Merry tidak menghiraukan, meletakkan ponsel, lalu kembali membaca buku.
"Tit, tit."
Ponselnya bunyi lagi, Merry mengangkat alis.
Dia membuka ponselnya lagi, ternyata foto Yuna dan Shayne lagi. Kali ini mereka sedang makan bersama.
Foto itu masih tetap memanjakan mata dan harmonis.
Merry menunduk menatap foto itu, lalu tersenyum sangat dingin. Dia langsung kirim balik dua foto itu ke ponsel Shayne.
Sore itu berlalu tanpa ada pesan lagi masuk.
Tapi keesokan harinya, Merry malah men

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda