Bab 431
Marvin menatap pecahan gelas di lantai, lalu menekan tombol di samping ranjang.
Tak lama kemudian, pintu kamar diketuk, seorang perawat muda berseragam putih masuk.
Dia melirik Marvin, lalu wajahnya langsung bersemu merah.
"Tuan Marco, Anda yang menekan bel ya?"
Marvin tidak melihatnya, tentu juga tidak menyadari tatapan penuh kagum dari perawat.
"Tolong bersihkan pecahan gelas di lantai."
Perawat itu cepat-cepat mengangguk dan mengambil alat untuk membersihkannya dengan senang hati.
Merry melihat adegan itu dan merasa tak berdaya.
Setelah selesai, perawat itu masih berat hati meninggalkan ruangan. Sebelum keluar matanya terus tertuju pada Marvin.
Merry hanya bisa menghela napas dalam hati, lalu menoleh ke arah pria itu.
"Kenapa aku bisa ada di sini?"
"Kamu masih berani tanya?" Bibir tipis Marvin melengkung dengan sinis. "Kalau bukan aku menemukanmu tepat waktu, kamu benar-benar sudah mati sakit di kastil."
Merry sempat tertegun, "Aku sekarang ... nggak di kastil?"
"Ya, ini rumah sakit

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda