Bab 436
"Diculik?"
"Kenapa, kamu nggak percaya?"
"Siapa yang menculikmu?"
Merry menceritakan pengalamannya dengan santai.
Cerita yang dia sampaikan hampir sama dengan yang dia katakan pada Marvin, hanya saja lebih detail.
Shayne terdiam lama setelah mendengarnya.
Suasana kamar rawat menjadi hening.
Beberapa saat kemudian, barulah Shayne bicara.
"Merry, kamu istirahat dulu. Aku keluar sebentar."
Merry tidak menanggapi. Dia tahu apa yang akan dilakukan pria itu.
Seakan teringat sesuatu, dia bertanya datar, "Sebentar lagi kamu nggak pergi ke tempat Yuna?"
Shayne yang sudah berdiri dan siap melangkah langsung berhenti saat mendengar kalimat itu.
Tatapan dalamnya jatuh ke wajah Merry, seolah ingin membaca ekspresinya.
Merry tidak menunjukkan perubahan emosi apa pun, benar-benar seperti hanya bertanya sepintas, tidak ada emosi di dalamnya.
Shayne menyipitkan mata, "Kamu sedang sakit, hari ini aku nggak akan ke sana."
Merry hanya berkata oh, tidak berkata apa-apa lagi.
Meski sudah bangun, Merry masih

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda