Webfic
Buka aplikasi Webfix untuk membaca lebih banyak konten yang luar biasa

Bab 439

"Merry, kemarin kamu jalan-jalan ke mana?" Mata Merry berkilat sebentar, lalu tersenyum samar, "Aku jalan ke mana, kamu pasti sudah menyelidikinya, 'kan?" Tempat seperti kastil ini, tentu saja dilengkapi area pemantauan. Meski ada beberapa titik buta, tapi kalau mau melacak jejaknya seharusnya tidak terlalu sulit. Dia samar-samar masih ingat, sewaktu lewat taman, dia sempat melihat kamera tersembunyi di antara ranting pohon. Shayne terdiam lama. Merry menatap mata pria yang dalam itu, menunggu penuh kesabaran, tidak mendesaknya. Setelah sekian lama, Shayne akhirnya berkata, "Kalau kamu juga ke Taman Biduri kemarin, kenapa nggak muncul?" Wajah Merry tampak sedikit kaget, "Kalau aku muncul, bukan hanya nggak akan disambut, malah membuat orang kesal, bahkan canggung. Jadi buat apa aku muncul?" Wajah tampannya jelas jadi lebih dingin. Merry tersenyum, "Kalau aku muncul, apakah kamu masih bisa membantu Yuna memegang payung dan memakaikan jaket?" Ekspresinya sama sekali tanpa ejekan, nada bi

Klik untuk menyalin tautan

Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik

Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda

© Webfic, hak cipta dilindungi Undang-undang

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.