Bab 486
Merry membuka mata dan melihat pria itu memegang teh pereda mabuk, hendak mendekatkannya ke bibir.
Cibiran muncul di dalam hati Merry.
Dia menjatuhkan cangkir dari tangan pria itu dan berkata dengan dingin, "Kubilang aku nggak mau minum, nggak mengerti!?"
Cangkir itu jatuh ke lantai dengan suara keras.
Wajah pria itu terlihat muram, pupil mata yang gelap memantulkan wajah kesal wanita itu.
Aura Shayne menjadi dingin dan suasana terasa mencekam.
Merry mengamati ekspresi dingin pria itu dengan alis berkedut.
Dia bersikap seolah tidak melihatnya dan berbaring lagi.
Akan tetapi sebelum sempat berbaring, Shayne menariknya lagi.
Sebelum bisa marah, ciuman liar Shayne sudah mendarat.
Kilatan dingin di mata pria itu seterang dan setajam pedang yang terhunus.
Seluruh tubuh Merry dipeluk erat pria itu tanpa bisa melepaskan diri.
Merry tidak meronta karena tahu dia tidak bisa lepas.
Baru setelah ciuman beralih ke bawah, Merry berkata dengan acuh tak acuh, "Hari ini aku merasa nggak enak badan. Ka

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda