Bab 1
Dia melapor ke polisi dan sambil menahan tekanan serta ketakutan yang luar biasa, dia bersikeras menyeret pria berlatar belakang kuat itu ke penjara.
Namun, bayang-bayang mimpi buruk itu terlalu dalam. Begitu dalam hingga selama beberapa tahun berikutnya, setiap kali ada pria yang mendekatinya sedikit saja, tubuhnya akan gemetar tak terkendali, disertai rasa mual, bahkan muntah.
Dia mengira hidupnya akan berakhir seperti itu, hancur, ternodai, tak lagi mampu mencintai atau menjalani hidup seperti orang normal.
Sampai akhirnya Stanley Permadi muncul.
Pemimpin keluarga paling berpengaruh di Kota Jinantara, justru menaruh perhatiannya pada gadis sederhana ini, yang bahkan menyimpan "noda" di masa lalunya, dan mulai membuka lembaran cinta padanya.
Pria itu menghormati Cynthia, menjaganya, dan perlahan-lahan menariknya keluar dari jurang kegelapan itu.
Pada hari lamaran, dia berlutut dengan satu kaki. "Cynthia, beri aku kesempatan untuk menjagamu seumur hidup. Aku akan menggunakan segala yang aku punya untuk menyembuhkan semua lukamu."
Cynthia memercayainya, menyerahkan hatinya yang telah remuk sepenuhnya ke dalam genggamannya, tanpa sedikit pun keraguan.
Pernikahan megah itu menggemparkan seluruh kota. Semua orang berkata Cynthia pasti telah menyelamatkan dunia di kehidupan sebelumnya, hingga bisa diperlakukan bak harta oleh pria seperti Stanley. Berubah dari Cinderella menjadi nyonya kaya raya.
Cynthia pun selalu berpikir begitu. Dia merasa dirinya begitu beruntung, setelah terjatuh ke dalam jurang, justru diselamatkan oleh seberkas cahaya seperti itu.
Hingga suatu hari, Stanley mengajaknya menghadiri sebuah jamuan bisnis. Cynthia merasa kurang cocok dengan suasana seperti itu. Setelah beberapa saat, dia mengaku lelah dan ingin pulang lebih dulu.
Stanley menyuruh orang mengantarnya pulang, sementara dirinya sendiri tetap tinggal untuk bersosialisasi di jamuan itu.
Saat Cynthia tiba di area parkir, dia menyadari kalau ponselnya tertinggal di ruang istirahat. Dia berbalik untuk mengambilnya, namun ketika melewati sebuah ruang VIP dengan pintu setengah terbuka, dia mendengar percakapan dari dalam.
"Sudah lima tahun, Stanley. Rencana balas dendammu ini sudah saatnya diakhiri, bukan?"
"Ya." Suara Stanley terdengar, tetap dengan nada dingin dan rendah seperti biasa, namun membawa ketidakpedulian yang belum pernah Cynthia dengar sebelumnya. "Perjanjian cerai sudah lama kutandatangani. Beberapa hari lagi, saat dia paling mencintaiku, aku akan menyerahkan perjanjian cerai itu padanya, lalu ... memberitahukan seluruh kebenarannya."
"Heh, lima tahun. Pertama kamu merancang kecelakaan mobil untuk menghancurkan tangannya agar dia tak bisa lagi memainkan piano kesayangannya. Lalu ketika dia hamil dan penuh harapan, kamu menciptakan kecelakaan lain hingga dia keguguran ... Yang paling kejam, selama lima tahun ini kamu sama sekali nggak pernah menyentuhnya. Setiap kali tidur dengannya, kamu selalu menyuruh Miko menggantikanmu. Stanley, demi membalaskan dendam adikmu, kamu benar-benar ... mengerahkan segala cara."
"Dia melapor ke polisi dan mengirim adikku ke penjara, membuat penyakit jantung adikku kambuh dan mati di dalam penjara." Suara Stanley tenang tanpa riak, namun setiap katanya beracun. "Satu nyawa dibayar satu nyawa. Itu terlalu murah baginya. Aku ingin menghancurkan segala hal yang paling dia hargai, membuatnya jatuh ke neraka tepat saat dia berada di puncak kebahagiaan."
"Lalu bagaimana? Setelah bercerai, apa kamu akan membawa pulang dan menikahi cinta lamamu yang kamu sembunyikan bertahun-tahun itu, Yolanda?"
Yolanda Sumargo ...
Putri sulung keluarga Sumargo yang lembut dan cantik, berasal dari keluarga terpandang, yang kadang bertemu di beberapa jamuan dan selalu menatap Stanley dengan tatapan penuh makna?
Jadi, orang yang benar-benar dicintai Stanley adalah dia.
"Tentu saja." Jawaban Stanley singkat dan sangat tegas.
"Masuk akal. Kalau saja adikmu nggak mati di penjara, dan kamu ingin balas dendam, sejak dulu kamu sudah hidup bahagia bersama Yolanda. Tapi, Miko ... " Percakapan itu beralih ke seorang pria tampan dengan aura agresif, Miko Liswanto, dengan nada bercanda. "Selama lima tahun ini, kamu yang tidur dengannya. Apa nggak ada rasa sayang, nggak ada rasa iba? Melihat wanita secantik ini diperlakukan sampai habis-habisan oleh Stanley, kenapa kamu nggak kasihan?"
Dari dalam terdengar tawa rendah Miko. Tawa yang terdengar santai, namun seperti pisau yang mengiris hati Cynthia.
"Kasihan?" Suara Miko terdengar sembrono dan meremehkan. "Apa yang perlu dikasihani dari barang bekas? Selama ini aku cuma membantu saudara melampiaskan dendam. Kalau nggak ... banyak wanita yang mendekatiku. Kamu kira aku begitu bernafsu tidur dengannya?"
Setiap kata bagaikan petir yang meledak di telinga Cynthia. Dia terhuyung mundur beberapa langkah, hampir saja terjatuh ke lantai.
Cynthia menggigit bibir bawahnya sekuat tenaga. Seketika rongga mulutnya dipenuhi rasa darah yang pekat. Kukunya menancap dalam ke telapak tangan, namun dia sama sekali tidak merasakan sakit.
Hanya di bagian jantungnya, rasa sakit seperti dicabik dan dihancurkan datang bertubi-tubi. Sedemikian perih hingga dia nyaris tidak mampu bernapas, tidak mampu berdiri!
Pria ... yang dia kirim ke penjara itu ... adalah adik Stanley?!
Ternyata lima tahun kasih sayang, lima tahun perlindungan, lima tahun penyelamatan itu semuanya palsu. Sebuah balas dendam yang direncanakan dengan matang dan teramat kejam!
Suami yang paling dia cintai adalah kakak dari musuhnya.
Pria itu mendekatinya dan menikahinya untuk menghancurkannya!
Pria itu menghancurkan tangannya, membuatnya tak lagi mampu menyentuh piano yang adalah impiannya!
Stanley juga yang membunuh anaknya, memaksanya menanggung duka kehilangan buah hati!
Dia bahkan jijik untuk menyentuh Cynthia. Selama lima tahun ini, setiap mereka tidur bersama, sosok yang memeluknya, menciumnya, dan bercinta dengannya dalam gelap ... ternyata adalah pria lain!
Sahabat terbaiknya, Miko!
Dan dirinya, seperti orang bodoh sepenuhnya, tenggelam dalam perangkap kelembutan yang ditenun pria itu, mengira dirinya adalah wanita paling beruntung di dunia!