Bab 21
Yolanda tertegun sejenak, lalu secercah harapan menyala di matanya, "Stanley, akhirnya kamu ... "
"Maaf," potong Stanley, tatapannya tenang, namun mengandung jarak dingin yang membuat hatinya mencelus. "Seharusnya aku mengatakan ini sejak awal."
Senyum di wajah Yolanda membeku.
"Sejak lama ... " Stanley terdiam sejenak, seolah mengingat suatu titik waktu yang jauh dan kabur. "Bahkan sejak sebelum aku sendiri menyadarinya, aku sudah menyukainya."
Yolanda seperti tersambar petir, mundur selangkah dengan mata terbelalak tak percaya. "Apa yang kamu katakan? Stanley! Kamu gila?! Kamu menyukainya? Perempuan murahan yang menyebabkan kematian adikmu itu?!"
"Jangan bicara tentang dia seperti itu." Suara Stanley mendadak dingin, tatapannya pun menjadi tajam. "Soal adikku, memang dia yang melapor ke polisi. Tapi orang yang melanggar kehormatannya adalah adikku. Memang adikku yang bersalah, bukan dia."
Yolanda seperti mendengar lelucon terbesar di dunia, suaranya meninggi dan tajam, "Stanley! Apa

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda