Bab 26
Di atas panggung, pandangan Shiera berhenti di wajah Stanley dan Miko tidak sampai sedetik pun.
Tatapan itu tenang, tanpa riak.
Seperti sedang memandang dua orang asing yang sama sekali tidak dikenalnya.
Bahkan tidak ada sedikit pun rasa kaget, kebencian, ataupun gelombang emosi apa pun.
Kemudian, dia sedikit mengangguk, sebagai respons atas kegaduhan yang ditimbulkan oleh Stanley, lalu dengan alami mengalihkan pandangan dan melanjutkan pidatonya.
"Kalung ini bernama 'Reborn', bukan hanya karena batu mulianya yang berharga, tetapi juga karena makna yang dikandungnya." Suaranya terdengar jelas di seluruh aula melalui mikrofon. "Kalung ini dipersembahkan bagi semua orang yang pernah melewati kegelapan, namun tetap memilih untuk tumbuh menuju cahaya. Dipersembahkan bagi semua jiwa yang pernah patah sayapnya, tetapi nggak pernah menyerah untuk terbang kembali."
Dia berhenti sejenak, kembali menyapu pandangan ke seluruh ruangan, lalu akhirnya berhenti pada anggota keluarga kerajaan Almeria

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda