Bab 115 Tatapan Penuh Nafsu yang Ingin Melahapnya Hidup-hidup
Sedangkan Adele sama sekali tidak sadar betapa menggoda dirinya saat ini. Pikirannya hanya dipenuhi satu hal. Kenapa bibirnya bisa bengkak?
Tatapan di belakangnya sudah seperti serigala yang kelaparan.
Dengan aura agresif yang berbahaya.
Nando melangkah masuk, mendekat dari belakang, merangkul pinggang rampingnya lalu memutarnya menghadap dirinya. "Coba aku lihat."
Saat berhadapan, jarak wajah mereka terlalu dekat.
Napas panas khas pria menyapu wajah Adele dengan liar dan tanpa sungkan. Di bawah suhu tinggi itu, wajah putih mulusnya perlahan memerah.
Dia benar-benar mirip buah persik matang, menunggu seseorang memetik dan mencicipinya.
Tangan Nando masih berada di sudut bibirnya.
Seolah menggoda dengan gesekan pelan.
Adele membeku di tempat, bahkan bicara pun jadi terbata-bata. "Nggak parah, hanya agak sakit."
Setelah berkata begitu, dia segera keluar dari pelukannya.
Namun karena gerakannya terlalu tergesa, tanpa sengaja dia membentur wastafel hingga kesakitan dan menjerit pelan.
"Kam

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda