Bab 127 Jiwanya Hampir Direnggut Olehnya
Baru pada saat itu Nando sadar kalau dia hampir kehilangan kendali. Dia segera bangkit dari atas tubuhnya.
"Sudah malam, pulang saja."
Setelah berkata begitu, dia menarik kerah kemejanya dan mengembuskan napas panjang, membuka pintu mobil hendak turun.
Namun Adele menahannya. "Kamu habis minum, biar aku saja yang menyetir."
Hari ini dia keluar tanpa membawa Ariel. Nando memang tidak mabuk, tapi tetap terpengaruh alkohol, jadi memang tidak layak menyetir.
Keduanya turun dari kursi belakang lalu duduk di kursi depan.
Adele memasang sabuk pengaman, menginjak pedal gas. Dia sudah melupakan keberadaan Yuri.
Baru setelah sampai rumah, mandi, dan keluar dari kamar mandi dengan pikiran melayang, dia teringat hal itu.
Dia segera mengambil ponsel dan menelepon Yuri.
"Halo ...."
Baru hendak berbicara, dari ujung telepon terdengar suara erangan.
Adele tertegun beberapa detik.
Begitu sadar apa yang sedang terjadi, dia buru-buru berkata, "Kamu lanjut saja, aku tutup ya."
Dia benar-benar khawatir yan

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda