Bab 129 Kata-kata Saat Cinta Memuncak Tidak Bisa Dipercaya
Usai sarapan, Adele menyetir sendiri ke Grup Suria.
Tidak disangka, begitu mobil sampai di depan kantor, seseorang tiba-tiba menerobos dan mengadang.
Adele kaget dan menginjak rem mendadak.
Begitu melihat orang itu James, amarahnya langsung naik. Kaca jendela diturunkan, dia memakinya. "James, kamu gila ya? Kalau mau mati jangan seret aku!"
James memegang buket mawar merah dan mendekat. "Kenapa semalam kamu pergi lagi?"
Setelah menenangkan Anggita, dia kembali mencari Adele.
Namun kamar utama kosong.
Setelah bertanya pada pelayan barulah dia tahu Adele sudah pergi.
Adele tidak memberinya wajah ramah. "Tempatnya nggak nyaman."
James jarang sesabar ini. "Kalau kamu nggak suka tinggal di rumah, kita bisa pindah dan tinggal berdua."
"Nggak perlu. Sekarang aku tinggal di rumah orang tua, sudah nyaman."
Adele tidak akan lagi tertipu oleh bujuk rayu manisnya.
Dia datang mencarinya sekarang, tidak lain demi keuntungan proyek resor.
Begitu dirinya tidak lagi bernilai, dia pasti akan kembali dit

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda