Bab 146 Tanpa Sengaja Jadi Berciuman
Yuri memang penuh gairah.
Liar dan berani.
Di atas ranjang, dia sangat terbuka.
Beberapa kali bersama Carman, setiap kali selalu bisa mendorongnya menuju puncak berkali-kali. Sampai-sampai dua hari ini, mereka hampir selalu lengket satu sama lain.
Begitu berpisah, pikiran seperti ombak yang datang menerjang. Rasa kosong bahkan bisa menelannya hidup-hidup.
Carman menabrak tubuhnya dengan kekuatan sedang. "Sayang aku nggak mau curhat, aku hanya mau kamu."
"Kalau begitu cepat. Jangan bertele-tele seperti wanita."
Yuri kehilangan kesabaran dan menggigit dada Carman dengan keras. "Baru beberapa kali sudah nggak kuat? Hmm?"
"Sayang, kamu akan binasa."
Carman membalikkan tubuh Yuri dan memaksanya berlutut di atas ranjang.
Kebetulan tepat di hadapan mereka ada cermin lemari, jelas memantulkan bayangan tubuh mereka berdua.
Carman mencengkeram bokongnya dan menghantam dengan kuat.
Dada Yuri yang montok berguncang hebat mengikuti gerakan tubuhnya, naik turun dengan liar.
Sensasi visual yang kuat

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda