Bab 44 Celana Basah
Hasrat gila itu seketika buyar saat Adele mulai meronta pelan.
Meski kesadaran Adele sempat kabur akibat suhu tubuh Nando yang membara, dia tetap berusaha mempertahankan logikanya. "Nando, kamu menindihku. Aku sulit bernapas," bisik Adele dengan suara serak.
Baru pada saat itulah Nando menjauhkan tubuhnya.
Pria itu mengulurkan tangan, membantu Adele untuk duduk kembali.
"Cepat cuci tanganmu, kita sudah bisa makan sekarang." Nando berusaha sekuat tenaga menekan pikiran liar di kepalanya. Dia berdiri, lalu merapikan kemejanya yang sedikit berantakan.
Adele tanpa sengaja melirik ke arahnya.
Mata wanita itu langsung tertuju pada tonjolan di celana panjang pria itu yang terlihat jelas. Wajahnya yang memang sudah memerah, sekarang terasa makin panas membara.
Adele segera memalingkan wajah, menarik napas dalam-dalam, lalu menanamkan dalam benaknya bahwa itu adalah reaksi biologis yang normal dari seorang pria.
Jangan sampai dia berpikir macam-macam!
Nando bergegas keluar.
Namun, aroma khas pr

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda