Webfic
Buka aplikasi Webfix untuk membaca lebih banyak konten yang luar biasa

Bab 7 Adele Sepertinya Sudah Berubah

Belum sampai tengah hari, suara mesin mobil terdengar dari bawah. Adele berjalan ke depan jendela kaca besar dan melihat ke bawah. Mobil Maybach hitam yang familier itu melaju stabil masuk ke garasi bawah tanah. Sepertinya kondisi Anggita memang tidak apa-apa. Biasanya kalau pergi pemeriksaan kehamilan, pasti seharian baru pulang. Tapi hari ini belum setengah hari sudah kembali. Tak lama kemudian, dari bawah terdengar suara Windy menyuruh pembantu. "Bi Sari, cepat ambilkan Ganoderma milikku dan tambahkan di dalam sup. Menantuku sudah menderita, kondisi tubuhnya harus dipulihkan dengan baik!" Adele berniat kembali ke Keluarga Suria sebentar. Saat bersiap turun, dia jelas melihat bagaimana Windy memperlakukan Anggita dengan sangat hati-hati. Begitu mendengar perintah itu, pembantu langsung pergi mengambil Ganoderma tersebut. Katanya Ganoderma itu adalah benda berharga yang dulu didapatkan secara kebetulan oleh ayah James. Windy selalu menyimpannya, bahkan tidak rela memakainya. Tidak disangka, sekarang dia rela mengeluarkannya demi Anggita. Anggita mengangkat kepala dan melihat Adele, lalu berkata dengan penuh pengertian. "Nenek memang benar, Adele sepertinya agak kurusan. Ibu, suruh Bi Sari buat lebih banyak sup, kasih Adele minum juga." Wajah Windy langsung berubah dan mendengus dingin. "Ayam betina yang tiga tahun nggak bisa bertelur, minum juga percuma. Jangan buang-buang Ganoderma mahalku itu." Adele hanya tersenyum tipis. "Benar juga. Kakak Ipar saja yang minum Ganoderma itu. Tubuhku memang nggak pantas menikmatinya." Adele tidak ingin lagi melihat suasana keluarga yang tampak harmonis itu, dia pun langsung berbalik pergi. James sedikit mengerutkan kening. "Mau keluar?" "Hmm." Adele menjawab tanpa ekspresi. James menatapnya sebentar. "Cepat pulang, ada yang mau aku bicarakan denganmu." Adele tahu dia ingin membicarakan apa. Di antara mereka, selain tanggal lima belas setiap bulan yang paling intim, kebanyakan waktu hanya urusan kerja. Kemungkinan besar .... Soal Proyek Resor Namis yang akan segera dimulai. Keluarga Hauten berkembang karena industri konstruksi. Beberapa tahun lalu sangat berjaya dan sudah punya posisi kuat di dalam negeri. Tentu saja, dengan bantuan Adele, Keluarga Hauten perlahan merambah ke bidang bisnis lain. Namun, dalam beberapa tahun terakhir ekonomi memburuk dan persaingan semakin ketat. Walau Keluarga Hauten tidak terlalu berdampak, tapi perkembangannya stagnan. Sedangkan Proyek Resor Namis, selain membutuhkan investasi dana yang sangat besar, juga bekerja sama dengan pemerintah setempat sehingga menjadi rebutan semua perusahaan konstruksi. Adele terburu-buru pergi dan menjawab datar, "Nanti saja, aku nggak pulang cepat." Setelah berkata begitu, dia langsung pergi tanpa menoleh. James menatap punggung Adele dan tenggelam dalam pikirannya. Adele memang terasa berbeda. Tidak ada lagi kehangatan seperti dulu saat melihatnya. Bahkan cara bicaranya kini tajam dan dingin. Hal ini membuatnya agak gelisah. Anggita juga menyadarinya. "Adele sepertinya sudah berubah." "Nggak mungkin." James merasa itu hanya pikirannya saja. Saat Windy masuk ke dapur, James memeluk pinggang Anggita. "Adele selalu penurut. Dia mendadak berubah sikap pasti karena masih marah soal ulang tahun pernikahan itu." Anggita cemberut. "Makanya kamu membujuknya bahkan kasih bunga mawar?" James menjelaskan, "Tadi malam aku nggak menyentuhnya. Kalau nggak dibujuk sedikit, aku takut dia nanti lapor ke Nenek. Untuk sementara memang harus dibujuk dulu." Walaupun bunga itu hanya bonus, Anggita tetap merasa cemburu. "Pokoknya nanti nggak boleh kasih bunga padanya lagi." "Baik, hanya kasih kamu saja." James mengantar Anggita naik ke atas dan karena merasa perlu berhati-hati, dia pun menambahkan. "Suasana Adele sedang buruk, jadi belakangan ini jangan mengusiknya dulu. Kemampuan kerjanya cukup baik. Proyek Resor Namis masih butuh bantuannya. Kalau dia kesal, aku takut akan ada masalah." Adele kembali untuk mengambil kunci mobil dan kebetulan mendengar kalimat itu. Jadi semua perhatian dan sikap baik pagi tadi ternyata karena takut dia meminta jatah lagi? Adele menertawakan dirinya sendiri. Dulu, seberapa bodoh dirinya sampai berharap bisa tidur dengan James?

© Webfic, hak cipta dilindungi Undang-undang

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.