Webfic
Buka aplikasi Webfix untuk membaca lebih banyak konten yang luar biasa

Bab 9 Apa James Tidak Bisa Memuaskanmu?

Beberapa model pria sedang menari di lantai dansa. Yuri menunjuk dengan santai. "Kamu lihat saja yang mana, langsung ambil. Aku yang bayar!" Adele sudah agak mabuk, kepalanya terasa pusing. Melihat para model saja seperti melihat dua bayangan. Dia asal menunjuk ke satu sosok pria berbaju hitam tidak jauh dari sana. Pria itu memakai kemeja hitam berkualitas bagus, sederhana namun berkelas. Bagian kerah sedikit terbuka, terlihat tenang namun tetap memancarkan daya tarik yang menggoda. Wajahnya pun nyaris tanpa cela, garis wajah tegas dan tampan. Saat ini, pria itu memegang ponsel dengan satu tangan sambil menelepon, tangan lainnya berada di saku celana. Santai, namun elegan. Entah bicara soal apa, ekspresinya mendadak berubah dingin dan mata tajamnya menoleh tepat ke arah Adele. Ketika pandangan mereka bertemu, Adele mengira dirinya sedang berhalusinasi. Dia mengucek mata, lalu menatap lagi. Melihat Adele tidak fokus pada para model, Yuri mengira dia masih sungkan. "Kita sudah datang, nikmati saja!" Yuri mengaitkan tangan pada seorang brondong. Pria itu pun langsung mendekat dengan patuh. Begitu mendekat, Yuri tanpa sungkan menyentuh dadanya dan menoleh pada Adele. "Yang ini lumayan. Badannya bagus, ada otot dada juga, sangat cocok untukmu." Selesai berkata, Yuri langsung mendorong pria itu ke depan Adele. "Aku pergi urus sesuatu dulu, segera kembali. Nikmati dengan baik." Adele melihat Yuri hendak pergi dan berusaha mengejar, tapi langkahnya goyah. "Kamu meninggalkanku di sini begitu saja?" Yuri mengedipkan mata. "Memangnya ada yang perlu dikhawatirkan?" Dia memang sengaja membawa Adele ke sini supaya bisa bersantai dan membeli kebahagiaan untuk dirinya sendiri. Para model ini jelas bisa membuatnya senang. "Aduh, kamu santai dan nikmati saja! Aku hanya pergi sebentar!" Yuri melambaikan tangan dan menghilang di kerumunan. "Kakak, malam ini biar aku yang temani kamu ya ...." Suara manis terdengar. Adele mendongak, matanya langsung berbinar. Astaga! Brondong ini memang tampan, badannya juga bagus. Kemeja putihnya menempel ketat di tubuh, tidak bisa menyembunyikan otot dadanya. Adele memperhatikannya, tangannya bahkan sudah terulur ke pinggang pria itu ... namun dia sedikit mengernyit. Pinggangnya terlalu ramping. Apa bisa bertahan lama di ranjang? Adele langsung teringat pria yang dia lihat tadi. Pinggang bidang, bahu lebar, kaki jenjang. Jika dibandingkan, James tidak ada artinya. Bahkan model internasional pun masih kalah dibandingkan pria itu. Itu adalah tipe pria yang benar-benar disukainya. Tapi kenapa dia bisa menghilang secepat itu? Apa tadi benar hanya halusinasi? Saat Adele melamun, brondong mulai mengeluh manja. "Kakak, kamu bahkan nggak mau melihatku lama-lama. Apa aku kurang sesuai seleramu?" Sambil berkata begitu, pria itu mendekat, menarik tangan Adele ke dada berototnya. "Kakak, coba pegang dulu saja." Jika ini dulu, Adele pasti langsung menghindar. Tapi sekarang, keberaniannya tersulut karena pengaruh alkohol. Ketika dia hendak bergerak ke bawah, tiba-tiba sebuah tangan besar menangkap pergelangan tangan Adele. Lalu terdengar suara pria yang dalam dan berat di telinganya. "James nggak bisa memuaskanmu, jadi kamu datang ke tempat ini untuk mencari pria?"

© Webfic, hak cipta dilindungi Undang-undang

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.