Bab 15
Lebih mudah diucapkan daripada dilakukan.
Frans memberinya obat, Selina merasa jauh lebih baik setelah meminumnya.
Wajah Tamara menunjukkan sedikit kesedihan, "Nak, kamu sudah menderita selama bertahun-tahun ini. Kalau kami tahu William adalah bajingan seperti itu, seharusnya kami membiarkan Frans merebutmu kembali saat itu!"
"Keluarga Tanjaya nggak, tapi Keluarga Sanjaya kami memperlakukanmu seperti permata berharga."
Kata-kata Tamara membuat Selina dipenuhi kecurigaan.
Selina sudah merasa ada yang aneh tentang Frans sebelumnya dan sekarang kata-kata Tamara mengkonfirmasi kecurigaannya.
"Bibi Tamara, kenapa Bibi mengatakan itu?"
Tamara tampak bingung. "Selina, apa kamu nggak tahu? Frans menyukaimu sejak kecil, tapi melepaskanmu karena kamu akan bersama William. Frans berkata selama kamu bahagia, nggak masalah dengan siapa kamu bersama."
Jantung Selina berdebar kencang lalu menatap Frans dengan terkejut.
Ternyata Frans menyukainya selama ini?
Selina mengira Frans memperlakukannya denga

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda