Bab 15
Saat Dario pulang ke rumah, Pak Fabio baru saja pergi keluar bersama Bu Vera.
Rumah terasa sangat sunyi, tak ada seorang pun, hanya terdengar bunyi tumit sepatunya yang mengentak tangga.
Dario tak sempat memikirkan apa pun, di kepalanya hanya ada satu pikiran, yakni membuka pintu itu.
Pintu itu telah pernah dibukanya, entah sudah berapa kali.
Saat pintu itu didorong kali ini, yang dilihat Dario hanyalah kekosongan.
Kamar mandi, ruang ganti, ruang kerja kecil ....
Dirinya hafal betul apa saja yang biasanya ada di setiap sudut ruangan itu.
Namun kini, sejauh mata memandang, tak ada satu pun yang tersisa.
Benda-benda yang memuat rahasia mereka kini telah lenyap tanpa jejak.
Baru setelah melihat semua ini dengan mata kepala sendiri, Dario benar-benar percaya bahwa Elyra telah pergi.
Dalam sekejap, pertahanan batin yang selama ini dia bangun runtuh dan ambruk.
Kepanikan dan keputusasaan yang mengalir deras menguasai seluruh sarafnya.
Tubuhnya gemetar tanpa bisa dikendalikan, dia mencari ke

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda