Bab 17
"Kita sudah nggak bisa kembali lagi, Kak."
Elyra hanya mampu, dan hanya ingin menjawab seperti itu.
Di seberang telepon, terhampar keheningan panjang.
Mendengar napasnya yang kian terengah dan berat, Elyra tahu pria itu sudah berada di ambang kehancuran.
Elyra tak ingin memprovokasinya, membuatnya hilang kendali dan menghancurkan keluarga ini.
Karena itu pada akhirnya, dengan nada yang sangat tulus, Elyra memohon kepadanya.
"Tolong lepaskan ibuku. Dia benar-benar nggak melakukan apa pun, Kak. Dia telah berusaha sepenuh hati untukmu, untuk Paman, untuk keluarga ini, hanya ingin mendapatkan kebahagiaan yang stabil dan tenang. Tolong lepaskan dia."
Api kebencian yang sejak lama membelit hati Dario perlahan padam di tengah suara yang tercekat itu.
Perasaan hampa dan ilusi yang seolah baru terbangun dari mimpi panjang, perlahan menyebar dari hatinya ke seluruh tubuh.
Dia terjerumus ke dalam kebingungan, tak lagi mengerti selama ini apa yang sebenarnya dirinya cintai, dan apa yang dirinya be

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda