Bab 216 Bagaimana Hasil Pemeriksaannya?
"Kenapa kali ini kamu begitu cepat setuju?" Riana berkata dengan wajah penuh keheranan.
Hardy balik bertanya, [Bukannya ini karena Ibu bilang Susan sudah punya anak? Jadi, aku juga ingin menikah dan punya anak. Memangnya nggak boleh?]
Sebenarnya saat melihat anak dalam pelukan Susan, Hardy sudah merasa seolah-olah ada sesuatu di dalam hatinya yang runtuh.
Ternyata selama dua tahun ini hanya dia seorang yang terjebak di tempat yang sama.
Sebenarnya, sejak Susan dulu pergi ke luar negeri tanpa ragu, sudah terlihat jelas bahwa dia telah lama melepaskan hubungan ini. Hanya saja, Hardy tidak rela dan terus menyimpan harapan.
Namun, sekarang harapan itu telah sirna.
Susan sudah melangkah menuju kehidupan yang bahagia dan sempurna, lalu mengapa dia masih mengurung dirinya sendiri?
Dia juga harus memulai hidupnya sendiri.
Riana tanpa sadar menangkap sedikit nada emosi pelampiasan. Namun, dia pernah melihat putri Keluarga Ferdian, dan gadis itu memang cukup baik, jika Hardy dan gadis itu berdir

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda