Webfic
Buka aplikasi Webfix untuk membaca lebih banyak konten yang luar biasa

Bab 219 Tuntutan Hardy yang Tidak Masuk Akal

Nada yang sembrono dan santai itu membuat Susan merasa sangat terhina. Dengan suara bergetar, Susan berkata, "Kamu anggap aku ini apa? Anak bukan barang dagangan yang bisa kamu pakai sebagai alat tawar-menawar." "Terserah kamu mau berpikir apa." Hardy mengalihkan pandangan saat melihat air mata Susan. Hatinya tanpa kendali diliputi rasa perih yang rapat. Terkadang, Hardy merasa dirinya sendiri cukup hina. Dia sudah jelas tahu Susan tidak mencintainya, tetapi tetap saja dia tidak tega. Tusukan itu pun tidak cukup untuk menyadarkannya. Hardy berulang kali mengatakan pada dirinya sendiri bahwa ia sudah menyerah, tetapi ketika melihat Susan, hatinya tetap berdebar karenanya. Pada akhirnya, dia hanya membohongi dirinya sendiri. Hardy memaksa dirinya bersikap dingin. "Jangan berpikir dengan membawa anak itu ke Negara Merikana, semuanya akan beres. Ke mana pun kamu membawanya, aku akan menemukan dia." Tangan Susan mengepal erat dengan penuh kebencian. "Waktu itu seharusnya aku membunuhmu." Ha

Klik untuk menyalin tautan

Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik

Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda

© Webfic, hak cipta dilindungi Undang-undang

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.