Bab 248 Berharap Susan Bisa Bersikap Agak Lebih Baik Padanya
Jovan merasa bahwa keterikatan Hardy sudah terlalu dalam.
Dia berdiri dari sudut pandangnya sendiri untuk membujuk Hardy agar melepaskan, itu tampak agak seperti angan-angan belaka.
Namun, keterikatan tanpa akhir seperti ini tidak baik bagi siapa pun.
Mengapa Susan justru harus bertemu dengan orang seperti Hardy yang tidak mau menyerah.
Jika terus berlarut-larut hingga akhir, takutnya hal yang disebut martabat akan habis tercabik.
Hanya dengan memikirkannya saja, Jovan sudah merasa pusing.
Entah mengapa, dia selalu merasa bahwa kelak situasinya akan menjadi sangat tidak sedap dipandang.
Lebih baik bersiap lebih awal.
Hardy pulang ke rumah Keluarga Juwanta dengan perasaan kacau.
Riana memanggilnya, "Kenapa kamu pulang sendirian? Yuki nggak ikut pulang?"
Hardy menggendong Cheria dalam pelukannya. "Dia nggak mau menyerahkan anak itu kepadaku, jadi nggak bisa kubawa pulang."
Riana juga memikirkan hal ini. Dia duduk di samping Hardy dan berkata pelan, "Kalian punya anak, jadi apa ini berart

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda