Bab 26
"Aku juga nggak akan menggunakan benda semacam itu untuk menarik pelanggan. Aku belum sampai sebodoh itu, sampai-sampai mencelakai diriku sendiri."
Linda mendengus. "Buktinya jelas. Kamu mau bantah apa lagi? Pencuri nggak akan mengaku sebagai pencuri. Aku sarankan kamu minta ampun saja, agar dihukum lebih ringan."
Tatapan Stella tampak tajam. Dia melangkah maju, hingga Linda mundur dengan rasa bersalah. Linda meninggikan suaranya. "Mau apa kamu? Kamu kesal, jadi mau mengancamku, gitu?"
"Aku melakukan ini demi kebaikanmu. Makin tidak mengaku, makin parah hukumannya!" Linda malah berakting seolah dirinya sangat baik hati.
Sorot mata Stella menyiratkan ejekan. Kemudian, dia mencibir. "Bukti jelas? Kamu menilai buktinya jelas dari mana? Bahkan kalau buktinya memang jelas, apa hakmu berbicara di sini?"
Linda kesal. Dia menatap pria pertama dengan tajam. Dia memberi isyarat pada pria itu untuk bertindak. Kenapa dia masih ragu-ragu?
Pria pertama menangkap perintah dari Linda. Lalu, dia menyik

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda