Bab 44
Selama masih ada rasa sayang, masih ada harapan!
Sinta melihat orang-orang makin banyak mengerumuni mereka. Membayangkan kata-kata berikutnya, dia tidak bisa menahan rasa cemas di hatinya. "Keluarga Linggara sudah membesarkan putri konglomerat selama lebih dari dua puluh tahun."
"Meskipun kami nggak memiliki jasa apa pun, kami telah bekerja keras. Bagaimanapun, kami nggak pernah membiarkan dia kekurangan dalam makan, pakaian, tempat tinggal, maupun kebutuhan sehari-hari. Kalau dibandingkan, justru Linda yang sudah menelan banyak penderitaan."
Sinta meninggikan suaranya, "Tapi, sebenarnya nggak penting juga. Kami nggak permasalahkan lagi. Hanya saja, kami sudah membesarkan anak kalian selama bertahun-tahun secara cuma-cuma. Kalian ini konglomerat, masa kalian nggak ada tanggung jawabnya?"
"Kalau di keluarga biasa, pasti sudah berterima kasih dan berusaha mencari cara untuk menebusnya. Apalagi kalian ini konglomerat, bukankah seharusnya kalian memberi kami imbalan atas jerih payah selama

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda