Bab 48
"Sejak kecil, anak Keluarga Fulberto selalu diajarkan untuk mandiri. Keluarga nggak pernah memberikan sumber daya secara langsung, kami dibiarkan berkembang dengan bebas. Jadi, sebenarnya Ayah dan Ibu hanya ingin melihat seberapa mandiri kamu."
"Sejak pertama kali mereka melihatmu, mereka sudah mulai menyesal. Mereka merasa seharusnya nggak mengujimu. Tapi, mereka juga berpikir harus adil pada semua anak. Jadi, Stella, jangan salahkan mereka, ya?"
Simon menjelaskannya dengan nada tulus. Simon berharap bisa mendapatkan pengertian dari Stella. "Tapi, berbohong tetap nggak benar. Kami berutang padamu satu permintaan maaf."
Dia meletakkan kedua tangannya di bahu Stella dengan lembut. "Selain itu, ada satu hal yang ingin aku katakan padamu. Kamu itu sangat baik, jangan pernah meragukan dirimu sendiri."
Stella hanya butuh sebuah penjelasan.
Penjelasan yang diberikan Simon sudah Stella akui dan terima. Semua itu sudah cukup.
Senyum cerah kembali muncul di wajahnya. "Yah! Aku mengerti. Aku jug

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda