Bab 53
Setelah naik ke atas, Jimmy menutup pintu kamar. Dia menatap Sinta, lalu hendak mengatakan sesuatu.
Mereka sudah puluhan tahun menikah, jadi Sinta bisa membaca pikiran Jimmy. "Kalau ada yang mau dikatakan, katakanlah."
Saat ini, Sinta sedang sangat kesal. Dia tidak berniat untuk bermain tebak-tebakan.
Jimmy baru berkata dengan perlahan, "Aku merasa apa yang barusan kamu lakukan agak berlebihan. Bagaimanapun, kamu nggak boleh menampar Linda."
"Berlebihan apanya!" Saat ini, Sinta seperti bom yang siap meledak. "Kalau bukan gara-gara dia, bagaimana mungkin Keluarga Linggara bertikai dengan keluarga konglomerat?"
"Sebagai anggota Keluarga Linggara, dia nggak bisa memberi keuntungan, tapi malah buat keluarga terpuruk, bukankah dia pantas ditampar?"
"Tapi, Linda ...."
Jimmy masih ingin mengatakan sesuatu. Namun, Sinta langsung menyelanya. Dia menatap sambil melotot dengan marah.
"Cukup! Aku bilang sama kamu, Jimmy. Semua yang aku lakukan ini demi kebaikan Keluarga Linggara. Daripada cuma ber

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda