Bab 95
Di rumah sakit.
Plak ....
Sebelumnya, hanya sisi kiri wajah Zia yang membengkak. Namun, sekarang terlihat sempurna.
Begitu Joe datang, dia langsung menampar sisi wajah Zia yang satunya hingga bengkak.
"Kak!"
"Diam! Masih berani panggil aku kakak? Apa yang aku bilang sebelumnya? Kamu nggak dengar sama sekali, 'kan?" Joe marah hingga matanya melotot.
Saat ini, dia sudah diberhentikan sementara untuk pemeriksaan. Dia sangat kesal. Sekarang, adik yang tidak berguna itu juga membuatnya tidak tenang.
Sisi kedua pipi Zia bengkak, hingga ucapannya terdengar tidak jelas. "Aku dipukul, sialan. Aku nggak tahu dari mana asalnya si jalang itu, beraninya ...."
"Dia Stella! Putri keluarga Fulberto!" Joe marah setengah mati. Dia tidak tahu kenapa adiknya sebodoh ini.
Zia tertegun. Meski sebelumnya dia tidak tahu, kini dia memahami siapa lawannya. Seketika, wajahnya berubah. Dia meraih Joe sambil menahan sakit. "Kak, aku harus bagaimana?"
"Aku nggak tahu. Aku kira itu ulahnya. Aku benar-benar nggak san

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda