Webfic
더 많은 컨텐츠를 읽으려면 웹픽 앱을 여세요.

Bab 151

"Perlu bantuan?" Carlo tertegun, lalu menoleh ke belakang dan menatap Rosie. Dia teringat saat pekan mode di Negara Singor, di mana Rosie pergi ke belakang panggung dan dia tertahan di luar. Dia pun tahu bahwa Rosie bukan wanita biasa. "Kalau bisa." Senyuman tersungging di bibir Carlo. Dia sangat penasaran, ingin tahu apa lagi yang belum diketahuinya tentang wanita ini. Mi telur segera siap. Mereka duduk berhadapan. Rosie agak mabuk, agak linglung saat makan mi. Dengan satu tangan menopang dagu, Rosie mulai menyantap mi menggunakan garpu. "Masakanmu lumayan enak." "Itu harus berterima kasih padamu." "Kenapa?" Carlo terkekeh. "Masakanmu dulu terlalu nggak enak, jadi aku terpaksa belajar." Rosie kehabisan kata-kata. Jika tidak pandai bicara, lebih baik diam. Rosie menjejalkan telur goreng ke mulutnya. "Tapi kamu juga sudah suka padaku sejak saat itu, 'kan?" Carlo terkesiap. Rosie sudah tahu? "Seingatku, aku nggak memberimu racun. Kenapa kamu bisa suka padaku? Apa karena masakanku nggak e

링크를 복사하려면 클릭하세요

더 많은 재미있는 컨텐츠를 보려면 웹픽을 다운받으세요.

카메라로 스캔하거나 링크를 복사하여 모바일 브라우저에서 여세요.

© Webfic, 판권 소유

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.