Bab 15
Dia menoleh, dan ternyata itu Mason.
Saskia terkejut. Bagaimana dia bisa datang secepat ini?
Belum sempat bertanya, Mason sudah tersenyum. "Bilangnya nggak mau, tapi diam-diam mengincar aku sejak lama ya? Sampai tahu ada tahi lalat di dadaku?"
"Jadi, kamu lebih suka yang begini, ya?"
Saskia langsung terdiam, sedikit canggung.
Dia hanya mengarangnya.
Tahi lalat apaan!
Dia tidak menyangka ternyata telinga Mason setajam itu, sampai dia bisa mendengarnya.
Saskia buru-buru menjelaskan, "Itu tadi cuma pura-pura, Pak Mason. Jangan dianggap sungguhan."
Sambil berkata begitu, Saskia berusaha melepaskan diri dari pelukannya.
Namun Mason jelas tak berniat melepaskannya, dan matanya terpaku pada bibir merah Saskia yang membuka dan menutup. Bahkan tubuhnya sedikit mendekat. "Kalau aku menganggapnya serius, bagaimana?"
Di siang bolong seperti ini, kalau orang lain yang memeluknya, pasti terlihat seperti pelecehan.
Tapi dengan wajah dan postur Mason ...
Pipi Saskia langsung memanas. Dia buru-buru men

링크를 복사하려면 클릭하세요
더 많은 재미있는 컨텐츠를 보려면 웹픽을 다운받으세요.
카메라로 스캔하거나 링크를 복사하여 모바일 브라우저에서 여세요.
카메라로 스캔하거나 링크를 복사하여 모바일 브라우저에서 여세요.