Bab 15 Manset Lengan
Begitu Hannah mendengarnya, ekspresi wajahnya segera berubah seperti baru menelan lalat.
Dirinya merasa sangat tidak enak setelah dibantah Nenek Silvia.
"Kepalaku pusing." Hannah menopang dahinya, pura-pura pusing, lalu tubuhnya condong mendekati Javier.
Javier memeluknya. Terbayang sepasang mata Hannah yang dulu berlinang air mata malam itu, tangisnya yang tertahan, serta aroma tubuhnya, Javier pun berkata dengan lembut, "Pergi periksa saja."
Kalau Hannah mengandung darah dagingnya, maka dirinya harus bertanggung jawab.
"Hmm." Hannah mengangguk dengan sikap patuh, lalu bersandar manja pada Javier dan keluar dari bangsal.
"Bajingan kecil itu!" Melihat Javier meninggalkan Tania dan pergi sambil memeluk Hannah, Nenek Silvia begitu marah hingga dirinya juga menarik Tania pergi.
Kembali ke bangsal, Nenek Silvia takut suasana hati Tania yang buruk akan memengaruhi janin di kandungannya, lalu menghiburnya, "Tania, kamu nggak perlu takut pada Hannah. Sekalipun dia benar-benar hamil, aku nggak

링크를 복사하려면 클릭하세요
더 많은 재미있는 컨텐츠를 보려면 웹픽을 다운받으세요.
카메라로 스캔하거나 링크를 복사하여 모바일 브라우저에서 여세요.
카메라로 스캔하거나 링크를 복사하여 모바일 브라우저에서 여세요.