Bab 98
Aku mencengkeram kemudi dan bertanya dengan bingung, "Siapa yang membuatkanmu mainan itu?"
"Ayahku," jawab Luna seolah-olah itu adalah sesuatu yang wajar. "Kemarin dia buatkan untukku."
Aku sontak menyadari maksud Luna dan tertawa dengan geli. "Luna, dia itu Paman Theo. Kamu nggak boleh memanggilnya ayah."
Luna menggenggam tangannya dan bertanya dengan bingung, "Tapi dia bilang ayah angkat juga ayah, kenapa aku nggak boleh memanggilnya ayah?"
Aduh, Theo. Pria satu itu memang meminta Luna untuk memanggilnya dengan sebutan ayah angkat tidak lama setelah Luna lahir. Aku sebenarnya sangat keberatan dan Theo mengiakan permintaanku, tetapi diam-diam dia tetap meminta Luna untuk memanggilnya ayah angkat. Sekarang, Luna bahkan langsung memanggil Theo dengan sebutan ayah. Nanti pas pulang aku harus bicara baik-baik dengan Theo.
Luna pun terpikir sesuatu dan bertanya, "Ibu, orang tua anak-anak lain tidur bersama kalau malam, kenapa Ayah dan Ibu nggak tidur bersama?"
Luna sudah berusia lebih dari

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link