Webfic
Buksan ang Webfix app para sa higit pang kahanga-hangang content

Bab 99

"Kamu bukannya pergi ke TK?" Aku buru-buru meminta sopir menghentikan mobil, lalu keluar dan membuka pintu. Aku menarik kerah baju Luna dan mengeluarkannya dari kursi belakang. Luna memeluk kedua kakiku dengan manja sambil mengerjap-ngerjapkan matanya yang besar menatapku. "Ibu, aku mau ikut dengan Ibu. Kalau sendirian di rumah aku pasti kangen sama Ibu." Aku marah dan menyuruh sopir itu untuk putar arah. Namun, Luna malah menangis tersedu-sedu. "Huhuhu! Aku nggak mau pisah dari Ibu! Aku mau ikut Ibu! Ibu nggak menginginkanku lagi, ya?" Tangisan Luna membuat hatiku jadi terasa pedih. Sejak awal aku memang tidak ingin meninggalkannya, itu sebabnya aku memutuskan untuk pergi di hari Luna harus masuk TK. Sekarang, mendengar tangisan Luna membuatku makin tidak rela berpisah darinya. Sudahlah. Luna sudah sebesar ini dan belum pernah pulang ke kampung halaman. Biarkan saja kali ini dia mengunjungi Hamur. Begitu kuizinkan, Luna langsung menciumi wajahku dengan senang. "Memang Ibu yang paling

Naka-lock na chapters

I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content

I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser

© Webfic, All rights reserved

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.