Bab 215
Sore hari di pulau, angin pun terasa panas.
Thalia berjalan di samping Zavier dengan hati-hati, tidak berani bicara.
Wajah Zavier sangat muram, kelihatan sangat jelek.
Sampai mereka kembali ke kamar hotel, dia tidak mengucapkan sepatah kata pun, langsung masuk ke kamar mandi.
Sikapnya jelas sedang menolak untuk diajak bicara.
Thalia tidak berani mengusiknya, hanya duduk tenang di ruang tamu sambil melihat ponselnya.
Dia membuka grup obrolan, lalu mengirim foto anak anjing tadi.
Tiara yang pertama membalasnya, [Anjing siapa ini? Imut sekali.]
Sudut bibir Thalia melengkung, wajahnya ada sedikit ekspresi bangga, [Punyaku.]
Sebenarnya, dia juga sangat kaget karena Zavier yang tiba-tiba mengusulkan untuk mengadopsi anak anjing itu.
Zavier sangat suka kebersihan, juga tidak terlalu suka binatang.
Thalia awalnya tidak benar-benar berniat memelihara anjing. Sekarang dirinya saja masih menumpang, belum cukup untuk bertanggung jawab memelihara seekor hewan.
Namun di luar dugaan, justru Zavier ya

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link